Tempat-tempat wisata di Bandung Kota :
1. Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
2. Museum Geologi – Jl Diponegoro
3. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
4. Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
5. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
6. Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
7. Taman Ganesha – Jl. Ganesha
8. Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
9. Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
10. Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
11. Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
12. Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
13. Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
14. Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
15. Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
16. Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
17. Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
18. Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
19. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
20. Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
21. Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
22. Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
23. Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
24. Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
25. Taman Tegalega – Astana Anyar
Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:
1. Taman Budaya Dago – Dago
2. Curug Dago – Dago
3. Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
4. Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
5. Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
6. Arena Pemancingan Bonita – Lembang
7. Teropong Bintang Bosscha – Lembang
8. Wisata Lembang – Bandung
9. Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
10. Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
11. Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
12. Situ Lembang – Lembang
13. Bumi Perkemahan Cikole
14. Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
15. Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
16. Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
17. Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
18. Pemandian Air Panas Ciater
19. Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
20. Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
21. Taman Bunga Parongpong
22. Kebun Strawbery Parongpong
23. Curug Cimahi – Cisarua
Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:
1. Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
2. Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
3. Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
4. Jalan Mendaki ke Kawah Putih
5. Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
6. Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
7. Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
8. Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
9. Kolam Renang Air Panas Cimanggu
10. Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
11. Telaga/Situ Patengan Ciwidey
12. Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
13. Perkebunan Sayur – Pangalengan
14. Situ Cipanunjang – Pangalengan
15. Situ Cileunca – Pangalengan
16. Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat
Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:
1. Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
2. Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
3. Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
4. Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
5. Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
6. Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
7. Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
8. Waduk Ciburuy – Padalarang
9. Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
10. Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
11. Gua Pawon – Jawa Barat
12. Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
13. Arung Jeram Citarum
Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:
1. Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
2. Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
3. Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
4. Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
5. Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
6. Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
7. Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
8. Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan
Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:
1. Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
2. Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
3. Situ Bagendit – Garut
4. Kawah Kamojang – Majalaya
5. Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
6. Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
7. Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
8. Goa Donan – Pangandaran
9. Pantai Karang Nini – Pangandaran
10. Pantai Timur Pangandaran
11. Pantai Barat Pangandaran
12. Cagar Alam Pananjung Pangandaran
13. Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
14. Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
15. Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
16. Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
17. Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
18. Pondok Halimun – Sukabumi
19. Curug Cibereum – Sukabumi
20. Curug Pareang – Sukabumi
21. Situ Gunung – Sukabumi
22. Curug Cikaso – Sukabumi
23. Air Panas Cisolok – Cipanas
24. Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat
Selengkapnya...
1001 Tempat Wisata di Bandung
Percaya Diri Saat Jalan-jalan Sendiri
Saya sering merasa heran ketika ditanya “Kok berani sih jalan-jalan sendiri?” sebab saya tidak merasa ada yang perlu ditakutkan. Usut punya usut, ternyata “takut” yang dimaksud di sini bukan semata masalah keamanan, tapi juga takut sendirian di tempat asing dan “mati gaya”.
Lagi-lagi, ini mungkin karena rasa kebersamaan orang Indonesia sangat tinggi. Tetapi kita kan nggak bisa selalu menggantungkan diri kepada teman untuk jalan-jalan. Kalau sudah suntuk dan pengin banget jalan-jalan, tapi tidak ada teman, bagaimana dong?
Berikut ini beberapa saran supaya percaya diri jalan-jalan tanpa teman:
Cukup bekal
Bekal yang dimaksud bukan cuma soal logistik seperti uang, pakaian dan perlengkapan lainnya, tapi bekal informasi tentang tujuan wisata. Jumlah informasi yang Anda punya akan membuat tingkat kepercayaan diri makin tinggi. Mengapa begitu?
Karena seiring banyaknya informasi yang kita ketahui tentang suatu tempat, maka makin familiar kita dengan tempat tersebut sehingga seolah-olah kita merasa tidak asing lagi begitu sampai di tujuan.
Contohnya Anda ke Semarang dengan naik kereta api. Berkat informasi yang sudah Anda kumpulkan sebelumnya, Anda tahu stasiun berada di Kota Lama Semarang. Bahkan mungkin begitu sampai Anda sudah langsung tahu transportasi apa yang akan membawa Anda ke penginapan atau bisa mengenali bangunan tua bersejarah seperti Gereja Blenduk.
Perasaan takut sendirian di tempat asing jadi hilang karena Anda berada di tempat yang sesuai dengan bayangan Anda dan merasa familiar.
Sok tahu
Bahasa tubuh mudah dibaca. Kalau Anda terlihat ragu-ragu dan bingung ketika keluar dari stasiun, bandara, atau terminal bus, kemungkinan besar dalam sekejap Anda akan dikerubungi calo taksi, becak, bus, atau kendaraan umum lainnya. Ditambah lagi orang yang menawarkan hotel dan agen perjalanan ikut membuntuti.
Maka, pasanglah tampang dan sikap sok tahu. Tentunya dengan bekal informasi yang cukup, Anda memang benar-benar tahu mau ke mana. Kalau masih bingung, datangi petugas resmi atau polisi dan tanyakan informasi yang Anda butuhkan. Kondisi ini juga berlaku saat Anda tersasar.
Ketika Anda membuka peta di tengah keramaian dengan bahasa tubuh yang menunjukkan stres, mungkin Anda akan didatangi orang yang berlagak menawarkan bantuan atau malah pencopet.
Asyik sendiri
Kebanyakan orang merasa “mati gaya” saat sendirian karena nggak tahu harus berbuat apa dan tidak ada teman mengobrol. Biasanya, momen “mati gaya” paling banyak adalah saat menunggu dan di perjalanan.
Ada 1001 macam kegiatan yang bisa Anda coba, antara lain: membaca, menulis, merajut, menyulam, mendengarkan musik, sms-an, ngemil dan sebagainya. Ada yang bingung ke pantai sendirian mau apa? Ya berenang lah! Atau kalau Anda tidak suka berenang ya leyeh-leyeh di pantai sambil melakukan 1001 macam kegiatan itu.
Sok akrab
Kalau sikap sok tahu diperlukan untuk menghindarkan Anda dari calo dan pengganggu, sikap sok akrab akan mendatangkan teman. Bagi Anda yang benar-benar tidak tahan sendiri, cobalah mencari teman dalam perjalanan. Bisa sesama pelancong atau orang lokal.
Hanya saja, untuk yang satu ini Anda harus waspada dan dan hati-hati. Jangan asal berkenalan dan memberi banyak informasi kepada sembarang orang. Pilihlah orang yang tepat menurut kata hati Anda. Kalau dia mengajak Anda ke tempat yang Anda rasa berbahaya, segeralah menjauh.
Persiapan bela diri
Last but not least adalah soal bela diri. Bukannya mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi, tapi kita toh harus punya persiapan. Paling ideal tentunya menguasai ilmu bela diri. Jika tidak, lengkapi diri dengan alat standar seperti pisau lipat. Selain untuk jaga-jaga, pisau lipat juga diperlukan untuk membuka ini-itu. Tapi ingat, jangan taruh pisau ini di dalam tas kabin pesawat karena akan disita petugas.
Selengkapnya...
Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan
Oleh Olenka Priyadarsani
di posting ulang 6 Mei 2011
Green Canyon berada di Cijulang, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 285 km dari Jakarta (31 km dari Pantai Pangandaran).
Tempat ini merupakan sekelompok gua, dengan stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di balik tebing-tebing hijau — mungkin itulah mengapa dinamakan Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat. Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.
Untuk menuju ke gua, Anda harus menuju dermaga dan membeli tiket. Bila pergi pada saat hari libur (apalagi akhir pekan yang panjang), bisa dipastikan Anda harus menunggu beberapa jam hingga mendapat giliran menaiki perahu menuju gua.
Perahu-perahu wisata yang dioperasikan adalah milik masyarakat setempat, namun diatur oleh pemerintah kabupaten. Satu perahu dapat mengangkut hingga lima penumpang dengan harga sewa Rp 75.000. Bila ingin berenang di gua, Anda dapat menyuruh awak perahu menunggu, tentu dengan biaya tertentu.
Mereka akan meminta Rp 100.000 untuk seharian penuh, namun tentunya Anda tidak akan menghabiskan satu hari di sana. Tawarlah, mungkin Anda bisa mendapatkan Rp 80.000 di musim liburan dan Rp 50.000 ketika sedang sepi pengunjung.
Masing-masing perahu selalu menyediakan pelampung untuk penumpangnya, sehingga bila Anda kurang pandai berenang, jangan terlalu khawatir. Para pelancong biasanya juga memanfaatkan batu-batu gua untuk melompat ke air yang jernih.
Tempat ini masih bebas polusi, pemandangannya pun indah.
Apabila Anda tidak suka berenang, Anda dapat memanfaatkan waktu menikmati pemandangan, juga mengambil gambar. Sebelum pintu masuk gua, terdapat sebuah dermaga kecil yang biasanya digunakan oleh perahu untuk menunggu. Di sana ada beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan kecil.
Salah satu kekurangan dari Green Canyon adalah pemeliharaannya yang masih kurang baik, mungkin karena tempat ini merupakan objek wisata yang relatif baru. Di sini, hanya ada tiga toilet dan sebuah mushola kecil, padahal pada saat liburan pengunjung dapat mencapai hingga ratusan orang.
Berperahu melewati tebing-tebing di kawasan Green Canyon. Kredit foto: Tempo/Aditya Herlambang Putra
Namun, penduduk setempat mengambil untung dengan cara menyediakan kamar-kamar kecil dan tempat sholat yang lebih layak, hanya dengan tarif Rp 2.000. Tempat parkir yang ada di seberang dermaga cukup luas, dengan biaya Rp 3.000 untuk sehari penuh.
Di sekeliling area parkir terdapat deretan warung yang menjual nasi dan ikan bakar serta kelapa muda. Mungkin Anda juga ingin menikmati makanan lokal seperti lotek, karedok dan rujak tumbuk. Selain harganya murah, sangat cocok untuk mengisi perut setelah lelah bermain di gua!
Menuju Green Canyon
Dengan mobil pribadi, dari Jakarta Anda dapat melalui tol Cipularang menuju Bandung. Keluar tol di Cileunyi, ikutilah jalan Ciawi-Nagreg menuju Tasikmalaya. Sebelum Rajapolah, Tasikmalaya, beloklah ke kanan dan ambil rute Ciamis-Banjar. Dari sana Anda akan melihat tanda-tanda yang menunjukkan arah ke Pangandaran. Waktu tempuh Jakarta-Cijulang 6-7 jam.
Apabila Anda akan menempuh perjalanan dengan kendaraan umum, dari Terminal Kampung Rambutan, PO Budiman menyediakan bus jurusan Pangandaran. Dari Grogol dan Tangerang juga ada beberapa bus yang melayani rute ini. Sesampainya di Pangandaran, Anda harus berganti bus yang menuju Cijulang. Terminal Cijulang berada sekitar 1 km dari Green Canyon.
Selain jalur darat, terdapat pula penerbangan Jakarta-Pangandaran melalui Bandung sehari sekali dari maskapai Susi Air. Anda sebaiknya memesan tiket jauh-jauh hari.
Informasi lainnya
Lebih baik Anda menyiapkan uang tunai yang cukup, karena ATM terdekat berada sekitar 1 km dari Green Canyon — di Bank BRI tepat di seberang kantor kecamatan Cijulang. Penduduk lokal yang saya temui mengatakan, mesin tersebut sering kehabisan uang tunai.
Bila hal itu terjadi, Anda akan terpaksa menempuh sekitar 4 km untuk mendapatkan mesin ATM berikutnya. Tentu Anda tidak ingin ini terjadi bukan?
Para pengunjung juga dapat melakukan body rafting di sekitar Gua Kelelawar. Aktivitas ini dikelola oleh para awak perahu bekerjasama dengan karang taruna desa setempat. Katakan pada awak perahu bahwa anda ingin melakukan body rafting dan mereka akan mengantar anda ke tempatnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 jam dan tentu saja dengan biaya tambahan
Tidak ada akomodasi di sekitar Green Canyon. Hotel paling dekat adalah di Panireman Riverside bibir sungai menuju ke Pantai Batu Karas, sekitar 15 menit dari Green Canyon. Hotel-hotel lain berada di sekitar Pantai Batu Karas, tempat wisata yang akan dibahas pada tulisan selanjutnya.
dikutip : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/99-paradiso-tersembunyi-tanah-pasundan?cid=today
Selengkapnya...




